Imanuel, Matius 1:23b " ….dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang
berarti Allah menyertai kita". Dan Dia Imanuel, mengatakan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15). Mari kita pelajari Keluaran 3:5 "Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." Ketika kita datang kepada Tuhan dalam tempat Kudus-Nya (Dalam gereja / tempat-tempat kebaktian / saat perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan dalam doa) "Tuhan menghendaki kita menanggalkan kasut" = "semua hal yang kotor dihadapan Tuhan" / yang tidak layak dibawa ke tempat kudus". Semua hal yang tidak layak, termasuk sikap yang tidak seharusnya dilakukan saat beribadah kepada Tuhan, Contohnya: bisik-bisik, makan camilan, maik HP. Saat beribadah kepada Tuhan, Tuhan menghendaki hati, pikiran & perasaan, kita harus fokus kepada Tuhan & menanggalkan semua urusan pribadi. Ingat! Matius 21:12-13 "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Ya, mereka datang ke gereja bukan untuk beribadah sungguh-sungguh, bukan untuk bertemu Bapa. Itu sebabnya Yesus menjadi sangat marah sebab orang-orang datang kepada Bapa tidak menaruh hormat kepada Bapa.... 2. Selalu Rindu Bertemu Bapa. Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku,......" Untuk kesekian kalinya Alkitab mencatat Yesus datang kepada Bapa-Nya. Berkali-kali Yesus datamg menghampiri Bapa-Nya, baik pagi-pagi, siang hari ataupun malam hari. Ini ciri seorang yang mengasihi, yaitu selalu rindu & ingin bertemu. Yesus berkata: "Ya, Bapa-Ku...." perkataan ini menunjukkan adanya keintiman hubungan antara Sang Anak dengan Bapa-Nya. Seorang yang punya hubungan intim adalah seorang yang selalu merindukan kehadiran orang yang dikasihi-Nya. Inipun cermin bagi kita, mari kita lihat diri kita masing-masing: bagaimana hati, pikiran & perasaan kita saat datang kepada Bapa dalam doa / ibadah. Apakah kita menganggap datang beribadah kepada Bapa hanyalah suatu rutinitas yang memang harus dilakukan?? Sebagai orang Kristen tanpa ada kerinduan sama sekali untuk datang menyembah Bapa. Dalam keharuan karena kasih-Nya, memuji-muji Bapa karena kebaikan & kemurahan, serta menantikan hadirat-Nya turun atas kita?? Jika demikian alangkah sedihnya hati Bapa, merindukan anak yang tidak merindukan diri-Nya. 3. Melakukan Apa Yang Diperintahkan Bapa. Matius 26:39 ".....tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Kau kehendaki". Apakah ketika Bapa meminta kepada kita untuk menyerahkan sesuatu yang berharga, sesuatu yang sangat kita kasihi, kita mau menyangkali diri dengan memberikan apa saja yang Bapa minta tanpa tawar-menawar, tanpa membangkang?? Jika kita menolak permintaan Bapa sebab berat bagi kita untuk melakukannya, lalu apakah kita bisa berkata bahwa kita mengasihi Bapa (Tuhan)?? Tetapi jika kita melakukan kehendak Bapa, maka itulah bukti/wujud nyata dari kasih kita kepada-Nya. Yohanes 14:31 "Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini." Sekali lagi kita harus bercermin adakah diri kita sudah mengikuti teladan Kristus?? 4. Mempertaruhkan Segala-galanya Demi Melakukan Kehendak Bapa. Yohanes 10:17 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali". Karena hati Yesus hanya fokus pada Bapa-Nya, maka apapun Ia mau lakukan bagi Bapa. Segala-galanya Ia pertaruhkan demi terlaksananya kehendak Bapa. I Yohanes 2:15 "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikakau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu". Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh berusaha mewujudkan kasihnya kepada Bapa. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Selasa, 30 Maret 2010
Senin, 22 Maret 2010
IMANUEL, "SANGAT MENGASIHI BAPA, SANGAT DIKASIHI BAPA"
Imanuel, Matius 1:23b " ….dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang
berarti Allah menyertai kita". Dan Dia Imanuel, mengatakan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15). Matius 28:18 "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi". Apakah rahasia dibalik pemberian segala kuasa dari Bapa kepada Putra Tunggal-Nya itu?? Seperti kita ketahui dari Alkitab perkataan ini diucapkan Tuhan Yesus setelah Ia mengalami: ~ "Jalan Penderitaan & sengsara salib yang mengerikan". ~ "Kesendirian-Nya, ketika Sorga dan bumi meninggalkan-Nya tergantung, terpaku disalib". ~ Kepedihan-Nya yang tak terselami, saat berseru dengan suara nyaring "Eli Eli Lamasabaktani??" ~ Nyawa-Nya terangkat & harus berada dalam perut bumi selama tiga hari. Berbagai hal yang dialami-Nya itulah yang menjadi latar belakang terungkapnya rahasia besar tentang pemberian kuasa di bumi & di sorga ini. Berbagai hal ini pula yang menyebabkan ... BAPA Sangat mengasihi YESUS Putra Tunggal-Nya. Yohanes 3:35 "Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya". Mengapa Bapa bisa sedemikian mengasihi Anak-Nya?? Sebab .... Yesus juga sangat mengasihi Bapa. Yohanes 14:31a Tetapi supaya dunia tahu, bahwa "Aku mengasihi Bapa" Bagaimana cara Yesus mewujudkan kasih-Nya kepada Bapa-Nya ??? 1. Yohanes 14:31 "....dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku" 2. Yohanes 10:17 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku...." Dalam pimpinan Roh Kudus mari kita belajar satu ayat kunci. Yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya sikap kita sebagai anak yang sungguh mengasihi Bapanya, & ayat ini adalah bukti / wujud nyata dari perkataan Yesus, bahwa Ia mengasihi Bapa-Nya dengan melakukan segala sesuatu yang Bapa perintahkan sekalipun itu berarti Ia juga harus menyerahkan nyawa-Nya. Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti Engkau (Bapa) kehendaki." Melalui ayat ini Tuhan Yesus memberi teladan yang sempurna kepada kita bagaimana seharusnya sikap sebagai seorang Anak yang mengasihi Bapa-Nya. Tuhan Yesus menunjukan sikap: 1. Menghormati Bapa Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, Tuhan Yesus sebagai Putra Tunggal Bapa, sekalipun punya kuasa penuh sebagai salah satu Pribadi Trinitas Ilahi, Dia tetap tahu kedudukan-Nya adalah sebagai Seorang Putra (Anak) dari Bapa-Nya. Tuhan Yesus tahu bagaimana cara menghormati Bapa-Nya, jadi, ketika Ia datang menghadap Bapa-Nya, Ia datang dengan penuh hormat dengan sujud kepada Bapa. Dalam Maleakhi 1:6 "Seorang anak menghormati Bapanya ..... Jika Aku ini Bapa dimanakag hormat yang kepada-Ku itu?? Teladan yang Yesus berikan ini menjadi cermin bagi diri kita. Apakah saat datang menghadap Bapa (dalam doa / ibadah kita datang dengan perasaan hormat kepada Bapa??) Ataukah kita datang dengan tata cara, perasaan hati & sikap yang kurang hormat atau bahkan "seenaknya saja","asal datang kegereja"?? Ada suatu cerita nyata dari seorang teman: Suatu ketika ada suatu group band terkenal yang diundang oleh ibu negara untuk datang ke istana negara, ketika saatnya dengan rasa bangga group band ini menyodorkan undangan yang dibawanya..... ternyata mereka ditolak oleh pengawal yang menjaga pintu. Apa sebabnya?? Pengawal berkata:"maaf, memang anda diundang adalah undangan dari ibu negara, tapi anda tidak layak bertemu dengan beliau". Mereka kaget!! Pengawal berkata: "anda memakai jas & dasi & bersepatu tapi anda memakai celana jans. Ini terlalu santai & tidak sopan untuk menghadap kepada seorang ibu negara di istana negara! Apakah Tuhan kita "lebih kecil" dari seorang ibu negara, sehingga kita kurang sopan saat menghadap kepada-Nya?? Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh berusaha mewujudkan kasihnya kepada Bapa. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
berarti Allah menyertai kita". Dan Dia Imanuel, mengatakan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15). Matius 28:18 "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi". Apakah rahasia dibalik pemberian segala kuasa dari Bapa kepada Putra Tunggal-Nya itu?? Seperti kita ketahui dari Alkitab perkataan ini diucapkan Tuhan Yesus setelah Ia mengalami: ~ "Jalan Penderitaan & sengsara salib yang mengerikan". ~ "Kesendirian-Nya, ketika Sorga dan bumi meninggalkan-Nya tergantung, terpaku disalib". ~ Kepedihan-Nya yang tak terselami, saat berseru dengan suara nyaring "Eli Eli Lamasabaktani??" ~ Nyawa-Nya terangkat & harus berada dalam perut bumi selama tiga hari. Berbagai hal yang dialami-Nya itulah yang menjadi latar belakang terungkapnya rahasia besar tentang pemberian kuasa di bumi & di sorga ini. Berbagai hal ini pula yang menyebabkan ... BAPA Sangat mengasihi YESUS Putra Tunggal-Nya. Yohanes 3:35 "Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya". Mengapa Bapa bisa sedemikian mengasihi Anak-Nya?? Sebab .... Yesus juga sangat mengasihi Bapa. Yohanes 14:31a Tetapi supaya dunia tahu, bahwa "Aku mengasihi Bapa" Bagaimana cara Yesus mewujudkan kasih-Nya kepada Bapa-Nya ??? 1. Yohanes 14:31 "....dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku" 2. Yohanes 10:17 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku...." Dalam pimpinan Roh Kudus mari kita belajar satu ayat kunci. Yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya sikap kita sebagai anak yang sungguh mengasihi Bapanya, & ayat ini adalah bukti / wujud nyata dari perkataan Yesus, bahwa Ia mengasihi Bapa-Nya dengan melakukan segala sesuatu yang Bapa perintahkan sekalipun itu berarti Ia juga harus menyerahkan nyawa-Nya. Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti Engkau (Bapa) kehendaki." Melalui ayat ini Tuhan Yesus memberi teladan yang sempurna kepada kita bagaimana seharusnya sikap sebagai seorang Anak yang mengasihi Bapa-Nya. Tuhan Yesus menunjukan sikap: 1. Menghormati Bapa Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, Tuhan Yesus sebagai Putra Tunggal Bapa, sekalipun punya kuasa penuh sebagai salah satu Pribadi Trinitas Ilahi, Dia tetap tahu kedudukan-Nya adalah sebagai Seorang Putra (Anak) dari Bapa-Nya. Tuhan Yesus tahu bagaimana cara menghormati Bapa-Nya, jadi, ketika Ia datang menghadap Bapa-Nya, Ia datang dengan penuh hormat dengan sujud kepada Bapa. Dalam Maleakhi 1:6 "Seorang anak menghormati Bapanya ..... Jika Aku ini Bapa dimanakag hormat yang kepada-Ku itu?? Teladan yang Yesus berikan ini menjadi cermin bagi diri kita. Apakah saat datang menghadap Bapa (dalam doa / ibadah kita datang dengan perasaan hormat kepada Bapa??) Ataukah kita datang dengan tata cara, perasaan hati & sikap yang kurang hormat atau bahkan "seenaknya saja","asal datang kegereja"?? Ada suatu cerita nyata dari seorang teman: Suatu ketika ada suatu group band terkenal yang diundang oleh ibu negara untuk datang ke istana negara, ketika saatnya dengan rasa bangga group band ini menyodorkan undangan yang dibawanya..... ternyata mereka ditolak oleh pengawal yang menjaga pintu. Apa sebabnya?? Pengawal berkata:"maaf, memang anda diundang adalah undangan dari ibu negara, tapi anda tidak layak bertemu dengan beliau". Mereka kaget!! Pengawal berkata: "anda memakai jas & dasi & bersepatu tapi anda memakai celana jans. Ini terlalu santai & tidak sopan untuk menghadap kepada seorang ibu negara di istana negara! Apakah Tuhan kita "lebih kecil" dari seorang ibu negara, sehingga kita kurang sopan saat menghadap kepada-Nya?? Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh berusaha mewujudkan kasihnya kepada Bapa. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Rabu, 17 Maret 2010
“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA” (II)
Ayat 15a : "Padang Gurun" (= dunia = daging) menjadi kebun buah-buahan, berarti hidup kita menghasilkan buah-buah Roh Kudus. Sembilan buah Roh Kudus akan menghiasi hidup kita yang masih di dalam daging ini. Sekalipun kita lembut, manis, sukacita, tetapi penuh kuasa & kemenangan dalam menghadapi problem apapun. Sebab Allah & orang yang disertai Allah, tidak pernah kalah! Selain itu karunia-karunia Roh juga akan limpah atas orang yang cara hidupnya Imanuel. Ayat 17b : "...dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan". Kebun buah-buahan yang tidak dipagari / tidak dijaga & dirawat akhirnya menjadi seperti hutan. Hidup yang diberkati Tuhan, jika tidak dijaga dengan terus membangun hubungan dengan Tuhan & hidup menurut pada pimpinan Roh Kudus, bisa menjadi tempat bercokolnya kuasa gelap. Jadi, jika sudah diberkati Tuhan, baik secara jasmani maupun rohani, jangan memberi kesempatan bagi keinginan daging, keinginan mata & keangkuhan hidup (yaitu segala hal yang melazatkan daging & menguatkan hawa nafsu), jangan diberikan kesempatan di kuasai kita lagi. "HUTAN" = tempat binatang buas & liar, contohnya: Herodes, diumpamakan, seperti serigala, Iblis seperti singa yang mengaum hendak melulur mangsanya, ular, kalajengking, juga simbol Iblis. Jadi, orang yang tidak mau terus menjaga hidupnya suci, baik pikiran, perkatbn & perbuatan harus tetap suci dihadapan Tuhan, kalau tidak akhirnya jadi hutan, yaitu tempat bercokolnya Iblis, kita harus mau hidup suci, taat dalam pimpinan Roh Kudus. Maka..... kita mendapat damai sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering & kebahagiaan yang akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yesaya 48:18). Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang mau hidup suci. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA” (I)
Imanuel, Matius 1:23b " ….dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang
berarti Allah menyertai kita".
YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA" = RAJA DAMAI
Yesaya 9:5-6a "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera
telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal,
Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan
berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya. Sepanjang sejarah dunia hanya Yesus saja satu-satunya yang layak & berhak
disebut: RAJA DAMAI.
Sebab hanya Dia saja satu-satunya yang: 2. Menjami damai sejahtera yang diberikan-Nya, tadi tak berkesudahan diatas takhta-Nya & di dalam Kerajaan-Nya. Dimanakah takhta-Nya, dimanakah Kerajaan-Nya?? Keluaran 25:8 "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam ditengah-tengah mereka = Kerajaan-Nya, Kekuasaan-Nya, kejayaan-Nya, Kemuliaan-Nya, Hadirat-Nya, Damai Sejahtera-Nya juga turun dari atas muka bumi menyertai Sang Raja. Alangkah dahsyatnya keadaan seperti ini! Dan ini sungguh terjadi jika Sang Raja, Imanuel, diam diantara kita. Lalu ........ 1. Bagaimanakah caranya supaya Allah Yang Kudus mau diam?? Allah Yang Mahakudus mau diam diantara kita jika kita membangun Bait Suci bagi-Nya = membangun hidup ini menjadi suci & kudus seperti diri-Nya. 2. Ketika Tuhan sudah diam diantara kita, bukan berarti kerjasama sudah berhenti. Belum!, kerjasama belum berakhir. Yesaya 26:12a "... ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,...." Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Rancangan Damai Sejahtera yang disediakan-Nya bagi kita akan terwujud jika kita mau bekerjasama dengan Tuhan untuk mewujudkannya. Jika kita tidak mau bekerjasama maka rancangan damai sejahtera yang disediakan-Nya bagi kita hanya tinggal rencana saja, seperti barang usang yang tak terpakai & dilupakan pemiliknya & dibiarkan tergeletak begitu saja di gudang. Jadi, Allah yang berdiam diantara kita akan membuat rancangan-rancangan-Nya, kita yang mengerjakannya Dia akan membimbing kita untuk bisa mengerti apa maksud-Nya, apa mau-Nya, apa yang menjadi isi hati-Nya & kita harus menyambut rancangan Tuhan itu, memperhatikan, mempelajari, bagian yang sulit, yang kita tidak mampu kita lakukan, kita laporkan & kembalikan pada-Nya itulah bahagian Sang Raja untuk menyelesaikan bagi kita. Kita adalah rekan kerja yang dirindukan kerjasama oleh-Nya untuk mewujudkan damai sejahtera yang telah disediakan-Nya untuk kita nikmati. Kita harus mau bekerjasama dengan Allah, mau menyerah & taat dipimpin oleh-Nya, baru Allah bisa bekerja di dalam-Nya makin menyerah & makin heran Allah akan bekerja dalam hidup ini. Jika kita mau bekerjasama dengan Tuhan, hasilnya sungguh heran & ajaib! Bersama Yesus lakukan perkara besar (Mazmur 60:14) Bahkan melakukan perkara-perkara lebih besar dari yang Yesus lakukan (Yohanes 14:12). Jadi, jika Tuhan diam diantara kita; Maka, Kerajaan Allah akan nampak dalam : 1. Hidup jasmani. Yesaya 26:12 "Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami". Berarti Allah yang menyertai kita = Imanuel-lah yang melakukan segala sesuatu bagi kita. Jadi, jika Imanuel ada di dalam kita, kita akan jadi berhikmat, sukses & berhasil di semua segi hidup. Kita bukan hanya sanggup melewati masalah, tapi ..... sanggup mengatasi semua masalah! Sebab "segala sesuatu yang kami kerjakan Engkaulah yang melakukannya bagi kami" (Yesaya 26:12b). ~ Jika kita bisa, pandai & berhikmat, itu sebab mulut-Nya yang berkata-kata melalui mulut kita. ~ Jika kita bisa sukses & berhasil, itu sebab tangan-Nya yang bekerja melalui tangan kita. ~ Jika kita bisa kuat menjalani hidup ini, itu sebab kaki-Nya yang berjalan & kita digendong-Nya. Yesaya 46:4 "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu". 2. Hidup Rohani Roma 8:6 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera". Yesaya 32:15-17 "Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
berarti Allah menyertai kita".
YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA" = RAJA DAMAI
Yesaya 9:5-6a "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera
telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal,
Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan
berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya. Sepanjang sejarah dunia hanya Yesus saja satu-satunya yang layak & berhak
disebut: RAJA DAMAI.
Sebab hanya Dia saja satu-satunya yang: 2. Menjami damai sejahtera yang diberikan-Nya, tadi tak berkesudahan diatas takhta-Nya & di dalam Kerajaan-Nya. Dimanakah takhta-Nya, dimanakah Kerajaan-Nya?? Keluaran 25:8 "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam ditengah-tengah mereka = Kerajaan-Nya, Kekuasaan-Nya, kejayaan-Nya, Kemuliaan-Nya, Hadirat-Nya, Damai Sejahtera-Nya juga turun dari atas muka bumi menyertai Sang Raja. Alangkah dahsyatnya keadaan seperti ini! Dan ini sungguh terjadi jika Sang Raja, Imanuel, diam diantara kita. Lalu ........ 1. Bagaimanakah caranya supaya Allah Yang Kudus mau diam?? Allah Yang Mahakudus mau diam diantara kita jika kita membangun Bait Suci bagi-Nya = membangun hidup ini menjadi suci & kudus seperti diri-Nya. 2. Ketika Tuhan sudah diam diantara kita, bukan berarti kerjasama sudah berhenti. Belum!, kerjasama belum berakhir. Yesaya 26:12a "... ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,...." Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Rancangan Damai Sejahtera yang disediakan-Nya bagi kita akan terwujud jika kita mau bekerjasama dengan Tuhan untuk mewujudkannya. Jika kita tidak mau bekerjasama maka rancangan damai sejahtera yang disediakan-Nya bagi kita hanya tinggal rencana saja, seperti barang usang yang tak terpakai & dilupakan pemiliknya & dibiarkan tergeletak begitu saja di gudang. Jadi, Allah yang berdiam diantara kita akan membuat rancangan-rancangan-Nya, kita yang mengerjakannya Dia akan membimbing kita untuk bisa mengerti apa maksud-Nya, apa mau-Nya, apa yang menjadi isi hati-Nya & kita harus menyambut rancangan Tuhan itu, memperhatikan, mempelajari, bagian yang sulit, yang kita tidak mampu kita lakukan, kita laporkan & kembalikan pada-Nya itulah bahagian Sang Raja untuk menyelesaikan bagi kita. Kita adalah rekan kerja yang dirindukan kerjasama oleh-Nya untuk mewujudkan damai sejahtera yang telah disediakan-Nya untuk kita nikmati. Kita harus mau bekerjasama dengan Allah, mau menyerah & taat dipimpin oleh-Nya, baru Allah bisa bekerja di dalam-Nya makin menyerah & makin heran Allah akan bekerja dalam hidup ini. Jika kita mau bekerjasama dengan Tuhan, hasilnya sungguh heran & ajaib! Bersama Yesus lakukan perkara besar (Mazmur 60:14) Bahkan melakukan perkara-perkara lebih besar dari yang Yesus lakukan (Yohanes 14:12). Jadi, jika Tuhan diam diantara kita; Maka, Kerajaan Allah akan nampak dalam : 1. Hidup jasmani. Yesaya 26:12 "Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami". Berarti Allah yang menyertai kita = Imanuel-lah yang melakukan segala sesuatu bagi kita. Jadi, jika Imanuel ada di dalam kita, kita akan jadi berhikmat, sukses & berhasil di semua segi hidup. Kita bukan hanya sanggup melewati masalah, tapi ..... sanggup mengatasi semua masalah! Sebab "segala sesuatu yang kami kerjakan Engkaulah yang melakukannya bagi kami" (Yesaya 26:12b). ~ Jika kita bisa, pandai & berhikmat, itu sebab mulut-Nya yang berkata-kata melalui mulut kita. ~ Jika kita bisa sukses & berhasil, itu sebab tangan-Nya yang bekerja melalui tangan kita. ~ Jika kita bisa kuat menjalani hidup ini, itu sebab kaki-Nya yang berjalan & kita digendong-Nya. Yesaya 46:4 "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu". 2. Hidup Rohani Roma 8:6 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera". Yesaya 32:15-17 "Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 09 Maret 2010
“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA”
Imanuel, Matius 1:23b “ ….dan mereka akan menamakan Dia “Imanuel” ---- yang berarti Allah menyertai kita”.
YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA” = RAJA DAMAI
Yesaya 9:5-6a “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahandi atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya.
Sepanjang sejarah dunia hanya Yesus saja satu-satunya yang layak & berhak disebut: RAJA DAMAI.
Sebab hanya Dia saja satu-satunya yang:
1.Mempunyai & besar kekuasaan-Nya untuk memberikan apa yang dipunyai-Nya itu, yaitu: Damai sejahtera yang dunia tidak bisa berikan.
Yohanes 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.
Kedamaian & kesejahteraan macam apa yang diberikan Sang Raja Damai sehingga tidak pernah & tidak akan pernah ada raja manapun yang samggup menyamai-Nya?
Imamat 26:6 “Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu”.
Imamat 26:7 “Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
Imamat 26:8 “Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang”.
Imamat 26:6 :
a). Menikmati damai sejahtera di dalam negeri itu = negeri yang Tuhan janjikan yaitu Kanaan. Jika kita tidak berjalan mengikuti malaikat Tuhan yang berjalan di depan kita, maka kita tidak akan sampai ke Kanaan & tidak akan menikmati damai sejahtera di negeri itu yang berlimpah-limpah susu & madu yang Tuhan janjikan (Keluaran 23:20-23).
b). Kita akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun = tidak ada kegelisahan /kekuatiran akan ditimpa musibah, sebab Ia Sang Raja Damai sendiri yang berkata: “Janganlah gelisah hatimu (Yohanes 14:1).
c).Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu.
Pekerjaan Iblis & orang-orang jahat yang dipakainya yang ada disekeliling kita. Jadi, tidak ada ketakutan akibat rancangan celaka dari Iblis & orang-orang jahat yang dipakainya.
d).Pedang tidak akan melintas di negeri itu, (Maz. 91:7-8) = tidak ada kengerian terhadap segala macam malapetaka. Mengapa bisa ada kedamaian semacam ini?? Apakah bisa kita mengalahkan “orang-orang kuat” yang mau mencelakakan kita??
Imamat 26:7-8 mengatakan: “Musuh-musuh kita akan tewas oleh pedang.
Pedang siapa yang menewaskan mereka??
“Pedang Tuhan!!!” Sebab Tuhan berkata “TUHAN akan berperang untuk kamu & kamu akan diam saja”. (Keluaran 14:14)
Tuhan Yesus memberkati, Amin.
YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA” = RAJA DAMAI
Yesaya 9:5-6a “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahandi atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya.
Sepanjang sejarah dunia hanya Yesus saja satu-satunya yang layak & berhak disebut: RAJA DAMAI.
Sebab hanya Dia saja satu-satunya yang:
1.Mempunyai & besar kekuasaan-Nya untuk memberikan apa yang dipunyai-Nya itu, yaitu: Damai sejahtera yang dunia tidak bisa berikan.
Yohanes 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.
Kedamaian & kesejahteraan macam apa yang diberikan Sang Raja Damai sehingga tidak pernah & tidak akan pernah ada raja manapun yang samggup menyamai-Nya?
Imamat 26:6 “Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu”.
Imamat 26:7 “Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
Imamat 26:8 “Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang”.
Imamat 26:6 :
a). Menikmati damai sejahtera di dalam negeri itu = negeri yang Tuhan janjikan yaitu Kanaan. Jika kita tidak berjalan mengikuti malaikat Tuhan yang berjalan di depan kita, maka kita tidak akan sampai ke Kanaan & tidak akan menikmati damai sejahtera di negeri itu yang berlimpah-limpah susu & madu yang Tuhan janjikan (Keluaran 23:20-23).
b). Kita akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun = tidak ada kegelisahan /kekuatiran akan ditimpa musibah, sebab Ia Sang Raja Damai sendiri yang berkata: “Janganlah gelisah hatimu (Yohanes 14:1).
c).Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu.
Pekerjaan Iblis & orang-orang jahat yang dipakainya yang ada disekeliling kita. Jadi, tidak ada ketakutan akibat rancangan celaka dari Iblis & orang-orang jahat yang dipakainya.
d).Pedang tidak akan melintas di negeri itu, (Maz. 91:7-8) = tidak ada kengerian terhadap segala macam malapetaka. Mengapa bisa ada kedamaian semacam ini?? Apakah bisa kita mengalahkan “orang-orang kuat” yang mau mencelakakan kita??
Imamat 26:7-8 mengatakan: “Musuh-musuh kita akan tewas oleh pedang.
Pedang siapa yang menewaskan mereka??
“Pedang Tuhan!!!” Sebab Tuhan berkata “TUHAN akan berperang untuk kamu & kamu akan diam saja”. (Keluaran 14:14)
Tuhan Yesus memberkati, Amin.
Senin, 08 Maret 2010
"IMANUEL, "BERHASIL MENYEBERANGI SUNGAI KEMATIAN" (II)
Wahyu 5:11-14 "Maka aku melihat dan mendengar supra banyak malaikat diseliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, katanya dengan nyaring: Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemulian dan kuasa sampai selama-lamanya!" Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah". Dan Guru Yang Sempurna itu berkata: "sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15). Kita pun harus menyeberangi sungai kematian itu, untuk menuju negeri yang sudah disediakan-Nya bagi kita. Ulangan 9:1 "Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi sungai Yordan pada hari ini untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, yakni kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit. Sungai Yordan, sungai kematian harus di seberangi dahulu untuk bisa sampai ke Kanaan. Tanpa menyeberangi Yordan, mustahil sampai ke Kanaan. 2 Raja-Raja 2:6-7 "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan". 2 Raja-Raja 2:13-15 "Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan. Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa. Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka sampai ke tanah. Yosua 1:11 "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki." 3 hari menyeberangi Yordan = 3 hari kematian Tuhan Yesus (= Kematian daging). Kita harus menyeberang Yordan = kematian daging = terus tetap taat melakukan kehendak Bapa sampai tirai daging robek terbelah. Jika kita tak taat melakukan kehendak Bapa, maka kita hanya jadi penonton, tanpa kesempatan mengalami mujizat & kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam diri kita. Tanpa kematian daging tak ada kuasa atas bumi dan & Sorga. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
"IMANUEL, "BERHASIL MENYEBERANGI SUNGAI KEMATIAN" (I)
Imanuel, Matius 1:23b "....dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang berarti: Allah menyertai kita". Allah menyertai kita, Allah yang bagaimana yang menyertai kita? Imanuel, Dia Allah yang: "BERHASIL MENYEBERANGI SUNGAI KEMATIAN" Yesus Putra Tunggal Bapa, Allah yang Mahatingi, Mahamulia Mahabesar & Mahakuasa, yang disembah & dimuliakan di Sorga.... Wahyu 4:8-11 "Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." Yesus karena kasi-Nya meninggalkan takhta & segenap kemuliaan-Nya di Sorga & turun ke dunia untuk : ~ Dilahirkan dikandang binatang & dibaringkan dalam palungan, tak ada tempat bagi Putra Allah..... Lukas 2:7 "dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan". ~ Ditolak ..... Matius 13:57a "Lalu mereka kecewa dan menolak Dia". ~ Diolok-olok... Matius 27:27-31 "Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokan Dia, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. ~ Dibenci..... Markus 15:13-14 "Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!" Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!" ~ Dihina..... Matius 27:40 "mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" ~ Tapi tetap taat melakukan kehendak Bapa, tidak peduli siksaan yang dialami-Nya. Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikakau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." ~ Sampai nyawa-Nya sekalipun, diserahkan-Nya.... Matius 27:50-51 "Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah". Pada waktu Yesus taat sampai mati, maka tirai terbelah. Jadi jelaslah bahwa tirai itu menceritakan tentang penyerahan sepenuh, 100% akhir dari keinginan tubuh sendiri. Berapa banyakkah kita menyerah & taat pada kehendak Tuhan? Sampai berapa %??? ~ Yesus dalam sungai kematian...... Matius 12:40 "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam". ~ Yesus berhasil menyeberangi sungai kematian..... Lukas 24:6-8 "Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. Roma 6:10 "Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah". Ibrani 2:14 "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Maka .... Bapa mengaruniakan. Matius 28:18 "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi"
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Selasa, 02 Maret 2010
"IMMANUEL--> PENYERTAAN-NYA SETIA SELAMANYA" (II)
Imanuel, Matius 1:23b "....dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang berarti: Allah menyertai kita". Allah menyertai kita, Allah yang bagaimana yang menyertai kita? Imanuel, Dia Allah yang: "SETIA MENYERTAI SAMPAI SELAMANYA". 2. SETIA = TIDAK PERNAH MENGINGKARI Allah yang berjanji pada Abraham: Menggenapi dengan tangan-Nya sendiri, apa yang telah di Firmankan dengan mulut-Nya (I Raja. 8:23-24). Bilangan 23:19 "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" Hanya "Imanuel", yang janji-Nya selalu ditepati, tak terhalang oleh: situasi dan kondisi apapun. ~ Sarah isteri Abraham yang berusia 90 tahun, tetap bisa melahirkan seorang anak (Kejadian 21:5-7). Sebab, Imanuel telah berjanji pada Abraham untuk memberikan anak kandung sebagai ahli warisnya (Kejadian 15:4). ~ Bangsa Israel, bangsa budak, berhasil menjungkir-balikan & menduduki negeri Kanaan yang dihuni orang-orang berperawakan tinggi besar & orang-orang raksasa. (Kejadian 15:12-21). Ulangan 9:5 "Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub". 3. SETIA = TIDAK PERNAH DIAKHIRI Kejadian 28:15 "Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu". Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan engkau & tetap melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya. Dan janji setia Tuhan dengam Abraham ini, berlaku untuk: ~ Anak cucu & keturunannya, orang-orang Israel. Ulangan 26:17-19 "Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah- Nya, dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Untuk membuat janji / perjanjian, paling sedikit harus ada dua pihak. Dimana kedua pihak untuk melakukan suatu kondisi tertentu sebagai akibatnya. Ayat 17 menjelaskan bahwa Tuhan telah berjanji untuk menjadi Allah mereka, yang akan menyertai kita asalkan: Kita pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, & mendengarkan suara-Nya inilah perjanjian dua pihak, yaitu antara Tuhan Imanuel dengan kita. ~ Hingga kita sekarang ini yang adalah keturunan Abraham (Roma 4:16; Galatia 3:29). Yesus, Imanuel, berkata: "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran (Yohanes 14:16-17a). Roh Kebenaran = Roh Kudus = Roh Yesus Kristus = Roh Allah, Dialah Kuasa Allah yang akan menyertai kita selama-lamanya. Janji setia Tuhan untuk menyertai umat yang dikasihi-Nya, tak terhalang oleh waktu = berlaku sepanjang jaman. Janji-Nya yang manis itu janji untuk menyertai kita, tidak akan layu oleh panas, tidak akan lekang oleh hujan, tidak musnah dimakan waktu, Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang mau berjalan bersama-Nya = jalan disertai Tuhan. Amin
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Langganan:
Komentar (Atom)