Imanuel, Matius 1:23b "....dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang berarti: Allah menyertai kita". Yohanes 14:16 "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, (Roh Kudus) supaya Ia (Roh Kudus) menyertai kamu selama-lamanya". Jadi, yang menyertai kita sekarang adalah ROH KUDUS & DIA ADALAH PRIBADI ALLAH SENDIRI. SETIAP ANAK TUHAN MUTLAK HARUS PENUH ROH KUDUS!! Penuh Roh Kudus berarti mengaktifkan & memaksimalkan pekerjaan Roh Kudus di dalam setiap anak Tuhan. Sebab Roh Kudus adalah: 1. Merupakan tanda, meterai bahwa kita benar-benar anak Allah & jika tidak memiliki meterai ini berarti kita bukan milik Kristus. Roma 8:9 "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus". Roma 8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah". Seperti bani Israel ketika menyapukan darah anak darah domba sebagai tanda pada ambang pintu rumahnya, maka malaikat maut akan melewati rumah yang ada tanda darahnya itu & tidak akan membinasakan anak sulungnya. Demikian juga orang percaya yang dimeteraikan Roh Kudus & tanda darah di pintu hati (Roma 2:29). Iblis tidak bisa sembarangan mengganggu kita, bahkan Iblis tidak berani terhadap kita, sebab Pribadi Allah yang ada di dalam kita. (I Korintus 3:16 "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?) Berarti orang percaya yang sudah mendapat baptisan Roh Kudus=mendapat tanda,meterai (jaminan,garansi & ada kekuatan hukum) bahwa Roh Allah ada diam di dalam kita untuk: > Menjaga & melindungi kita dari segala bahaya yang menghalangi kita. Selama menempuh perjalanan di dunia ini (Kel. 23:20-23). Berarti bisa menikmati kebahagiaan & damai sejahtera dalam hidup ini!! Melenyapkan musuh-musuh kita, yaitu keinginan daging dengan segala hawa nafsunya ---> kalau dengan kekuatan sendiri tidak mungkin bisa. Justru daginglah yang menyeret kita pada dosa!! Tapi jika ada Roh Kudus di dalam kita, maka kita ada "TENAGA" kekuatan ekstra untuk mengalahkan daging bahkan menyalibkan daging sampai mati!! Bisa!! Kita pasti bisa mengalahkan daging!! Asal memberi diri dipimpin Roh Kudus, mau dengar-dengaran & taat melakukan perintah-Nya. Roh Kudus melatih kita berperang & memimpin kita jadi pemenang dalam pertempuran - pertempuran rohani. Yesaya 26:12 "Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah (Roh Kudus) yang melakukan-Nya bagi kami". Zakharia 4:6 "Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan (diri sendiri), melainkan dengan Roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. ~ Ada Roh Kudus = ada kuasa untuk menolak dosa, kita hidup bebas merdeka dari perhambaan dosa!! Tidak ada lagi ikatan-ikatan dosa yang kita tidak sanggup menghancurkannya!! Sebab Roh Kudus adalah Roh Yesus Kristus & Yesus mempunyai kuasa atas dosa maut & kematian. II Korintus 3:17 "Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. ~ Menuntun kita masuk ruangan Kudus & terus sampai ruang Mahakudus!! ----> berarti tidak mustahil bagi kita yang mau hidup terus dipimpin Roh Kudus akan terus tumbuh dalam kesucian sampai masuk kesempurnaan!! Ingat, Kemah Suci (termasuk ruang Mahakudus = kesempurnaan). Didirikan di padang gurun (=diatas muka bumi) ~ Akhirnya ..... kita bisa menikmati semua janji-janji Allah baik dalam hidup yang sekarang ini bahkan sampai pada hidup yang kekal. 2. ROH KUDUS ADALAH JAMINAN BAGI KITA, UNTUK MEMPEROLEH SEMUA JANJI ALLAH. Efesus 1:14 "Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, (seluruh janji Firman Allah) yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya". II Korintus 1:22 "memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita". BERARTI TANPA ROH KUDUS TAK ADA JAMINAN UNTUK KITA MEMPEROLEH SEMUA YANG TUHAN TELAH SEDIAKAN BAGI KITA, BAIK UNTUK KEHIDUPAN YANG SEKARANG & KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG, YANG KEKAL. 1. Roh Kudus membawa kita mendekat kepada Bapa. Lukas 2:27 "Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat". Kisah 15:8 "Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita". Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna". I Korintus 2:11b "..... Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Blessing Family Centre Ministry
Sekretariat : Jalan Bibis IV/2 Surabaya 60161. Telp. (031)3521551 Fax. (031)3534808
BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA
Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT
Kamis, 27 Mei 2010
Minggu, 23 Mei 2010
IMANUEL, "DI DALAM KEBENARAN-NYA" (Kita Mempersiapkan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya) (IV)
Dengan demikian berarti orang tua sukser besar "di dalam" & ini jauh lebih berharga malah tak ternilai, dibandingkan sukses besar "di luar". Jadi, inilah bahagian kita sebagai orang tua untuk mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati bapak/para orangtua yang hatinya berbalik pada anak-anaknya. Amin.
Blessing Family Centre Ministry
Blessing Family Centre Ministry
IMANUEL, "DI DALAM KEBENARAN-NYA" (Kita Mempersiapkan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya) (III)
Imam Eli tahu salah anaknya tapi tidak mau memarahi mereka, inilah yang namanya "tidak memikirkan keselamatan jiwa" anak-anaknya = tidak mengasihi anak-anaknya, hatinya tidak ada pada anak-anaknya. Tuhan berkata dalam kitab Wahyu 3:9 "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Berarti menasihati, menegur (bilamana diperlukan). "Tidak menjauhkan rotan" dari anaknya adalah tanda bahwa bapak mengasihi anaknya (tentu saja mendidik anak dengan keras harus dalam pimpinan Roh, karena mengasihi & melakukan dengan kasih, bukan dengan panas amarah / benci). Akibat dari hati imam Eli yang tidak ada pada anak-anaknya: 1. I Samuel 4:11 "Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas. Tabut Allah melambangkan hadirat Allah, dimana Allah bertakhta/tinggal. Jika Tabut Allah dirampas = hadirat Tuhan tidak ada lagi, maka yang menyusul adalah kebinasaan. ~ Baik binasa jasmani (binasa dalam semua segi hidup, baik kesehatan, keuangan, kebahagiaan, dll). ~ Maupun binasa rohani (binasa kekal selamanya.). Sungguh ngeri jika anak-anak & keluarga kita tertimpa hal ini. 2. I Samuel 4:18a "Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Seharusnya hal ini bisa dihindari jika: hati bapa berbalik kepada anak-anaknya. Dengan memberikan semua hal yang berguna bagi keselamatan jiwa mereka secara maksimal. 1. Sungguh-sungguh mengawasi (mendidik) kerohanian anak-anaknya dengan cara: ~ mengajar anak-anaknya bercakap-cakap dengan Tuhan = menjalin hubungan pribadi dengan Tuhan (tentunya mengajar bukan hanya dengan perkataan saja tapi memberi contoh nyata melalui dirinya sendiri, juga suka berdoa, duduk dibawah kaki Tuhan). ~ Hidup berpegang pada perintah-perintah Tuhan & melakukan hukum-hukum Tuhan (tekun di dalam Firman Tuhan) ~ mendorong anak-anak suka beribadah, bersekutu bersama-sama saudara-saudara seiman di dalam Tuhan, belajar puasa = belajar menyangkali diri. 2. Memberi contoh yang baik pada anak-anaknya. Jika dulu orang tua memberi contoh yang tidak baik, sudah terlanjur, apa boleh buat, asalkan mulai sekarang orang tua mau untuk bertobat saat dirinya mendapat teguran Firman Tuhan. Jadi mulai memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya seorang bapak yang masih terikat oleh rokok tidak akan berhasil menegur anaknya untuk berhenti merokok. Kecuali bapak telah sadar bahaya rokok & berhenti merokok=bapak bertobat, baru bapak bisa menasihati anaknya & anak akan lebih percaya omongan bapak bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan, sebab anak melihat sendiri bahwa bapak benar-benar berhenti merokok. Contoh: Orang tua bisa menasihati anak-anaknya: "jangan pemfitnah, itu dosa saat orangtua sudah mengerti kebenaran Firman Tuhan & bertobat dari kebiasaan memfitnahnya. I Korintus 6:10 "pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Penggosip pun bukan kebiasaan yang baik, satu kali kelak harus dipertanggung jawabkan pada Tuhan, jadi harus bertobat! Matius 12:36 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman. Amsal 18:21 "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 3. Jika anak sudah terlanjur susah dididik / susah diajar, suka memberontak melawan orang tua (selain harus terus dinasihati sesuai Firman Tuhan). Maka anak harus didoa syafaatkan dengan sungguh-sungguh pasti berhasil. Lihat contoh Abraham yang sungguh-sungguh berdoa syafaat bagi Lot keponakannya, akhirnya Tuhan mengabulkan permohonannya, sekalipun seharusnya Lot & keluarganya mati. (Kejadian 18:23-32). Kejadian 19:29 "Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggang balikan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggang- balikan itu. Yakobus 5:16b "..... Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya". Kesimpulannya: Setiap orang tua (secara jasmani maupun rohani) punya andil yang sangat besar dalam hal keselamatan jiwa anak-anaknya (anak-anak secara jasmani!). Dan itu memang Tuhan menuntut dari kita sebagai orang tua ini untuk sungguh-sungguh: 1. Mengawasi kerohanian anak-anak (membimbing, menasihati, & bilamana perlu mendidik dengan tegas sesuai Firman Tuhan), agar keselamatan yang Tuhan berikan & hidup kekal yang Tuhan sediakan, dapat dipertahankan & dipegang teguh. 2. Orang tua harus memberi teladan yang baik buat anak-anaknya. 3. Berdoa syafaat bagi anak-anak yang terlanjur susah diatur, seperti Abraham berdoa syafaat untuk Lot.
Blessing Family Centre Ministry
Blessing Family Centre Ministry
IMANUEL, "DI DALAM KEBENARAN-NYA" (Kita Mempersiapkan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya) (II)
Dikatakan demikian sebab imam Eli : 1. Mendidik anak-anaknya dengan
"asal-asalan" bukan "dibawah pengawasan" seperti yang dilakukannya pada
Samuel. I Samuel 2:23-25 "Berkatalah ia (bukan menegor/marah) Kepada mereka:
"mengapa melakukan hal-hal yang begitu sehingga kudengar dari setiap bangsa
ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu??" Ayat 24. "JANGANLAH
BEGITU, ANAK-ANAKKU" (kalimat ini merupakan himbauan, bukan didikan keras
seorang ayah kepada anak yang disayanginya)....... 2. Tidak disampaikan
peringatan Tuhan (kebenaran FirmanTuhan) kepada anak-anaknya = tidak
mendidik kerohaniananak-anaknya. I Samuel 2:27-36 "seorang abdi Allah datang
kepada Eli berkata kepadanya: "begini Firman Tuhan:....... I Samuel 3:13
"Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya
untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa
anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! Sedangkan kepada Samuel, imam Eli mengajar Samuel muda untuk bercakap-cakap
dengan Tuhan = mengajar Samuel untuk peka & tanggap terhadap suara Tuhan,
menjalin hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan = mendidik kerohanian
Samuel. I Samuel 3:8-11 "Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk
ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya:
"Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa
TUHANlah yang memanggil anak itu. (ayat 9). Sebab itu berkatalah Eli kepada
Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah :
Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan
tidurlah ia di tempat tidurnya (ayat 10). Lalu datanglah TUHAN, berdiri di
sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel
menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar" (ayat 11). Lalu
berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di
Israel,....." Dan sejak saat itu Samuel kenal Tuhannya, mulai terjalin
hubungan akrab dengan Tuhannya. Dan sejak saat itu pula Tuhan mulai
memakainya sebagai nabi, Samuel yang muda mulai menyampaikan teguran Allah
yang keras pada imam Eli. I Samuel 3:18 "Lalu Samuel memberitahukan
semuanyanya itu ....." (I Samuel 3:11-14). Kepada (imam Eli) dengan tidak
menyembunyikan sesuatupun. 3. Memberi contoh yang tidak baik kepada
anak-anaknya. I Samuel 2:27-36 "Seorang abdi Allah datang kepada Eli &
berkata kepadanya: "beginilah Firman Tuhan : ..... I Samuel 2:29 "Mengapa
engkau memandang dengan loba (tamak) kepada korban sembelihan-Ku dan korban
sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati
anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan
bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel??(yang
dilakukan imam Eli) I Samuel 2:15-16 "Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang (pesuruh dari anak-anak imam Eli), lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja." Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dulu, kemudian barulan ambil bagimu sesuka hatimu." Maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan." (Anak-anak imam Eli malah lebih loba/tamak&lebih jahat dari bapaknya). I Samuel 3:1 "Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Bagaimana bisa seorang bapak yang masih terikat oleh rokok menegur anaknya "hai nak jangan merokok, sebab rokok itu membahayakan kesehatan!?". Tentu saja ia mempermalukan dirinya sendiri dengan kata begitu. Ada pepatah berkata: "seperti bapaknya, demikian juga anaknya". 4. "Menghormati" anak-anaknya lebih dari pada menghormati Tuhan. (Lebih takut kepada anaknya daripada Tuhan). I Samuel 2:29b "......dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku......" Buat anak-anaknya imam Eli seorang bapak yang baik, yang yang patut dipuji, sebab imam Eli menjadi bapak yang sangat menyenangkan hati mereka. Tidak pernah memarahi mereka, tapi sesungguhnya, imam Eli mempermulus, memperlancar jalan mereka ke neraka!! Amsal 23:13-14 (terjemahan lama): janganlah tahankan pengajaran daripada anakmu, jikalau engkau memukul akan dia dengan rotan maka tiada ia akan mati. Melainkan apabila engkau memukul akan dia barangkali engkau melepaskan nyawanya dari neraka. 5. Tidak menghiraukan teguran Tuhan = tidak mau bertobat. I Samuel 3:13 "sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya kareng dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!
Blessing Family Centre Ministry
"asal-asalan" bukan "dibawah pengawasan" seperti yang dilakukannya pada
Samuel. I Samuel 2:23-25 "Berkatalah ia (bukan menegor/marah) Kepada mereka:
"mengapa melakukan hal-hal yang begitu sehingga kudengar dari setiap bangsa
ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu??" Ayat 24. "JANGANLAH
BEGITU, ANAK-ANAKKU" (kalimat ini merupakan himbauan, bukan didikan keras
seorang ayah kepada anak yang disayanginya)....... 2. Tidak disampaikan
peringatan Tuhan (kebenaran FirmanTuhan) kepada anak-anaknya = tidak
mendidik kerohaniananak-anaknya. I Samuel 2:27-36 "seorang abdi Allah datang
kepada Eli berkata kepadanya: "begini Firman Tuhan:....... I Samuel 3:13
"Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya
untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa
anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! Sedangkan kepada Samuel, imam Eli mengajar Samuel muda untuk bercakap-cakap
dengan Tuhan = mengajar Samuel untuk peka & tanggap terhadap suara Tuhan,
menjalin hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan = mendidik kerohanian
Samuel. I Samuel 3:8-11 "Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk
ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya:
"Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa
TUHANlah yang memanggil anak itu. (ayat 9). Sebab itu berkatalah Eli kepada
Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah :
Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan
tidurlah ia di tempat tidurnya (ayat 10). Lalu datanglah TUHAN, berdiri di
sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel
menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar" (ayat 11). Lalu
berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di
Israel,....." Dan sejak saat itu Samuel kenal Tuhannya, mulai terjalin
hubungan akrab dengan Tuhannya. Dan sejak saat itu pula Tuhan mulai
memakainya sebagai nabi, Samuel yang muda mulai menyampaikan teguran Allah
yang keras pada imam Eli. I Samuel 3:18 "Lalu Samuel memberitahukan
semuanyanya itu ....." (I Samuel 3:11-14). Kepada (imam Eli) dengan tidak
menyembunyikan sesuatupun. 3. Memberi contoh yang tidak baik kepada
anak-anaknya. I Samuel 2:27-36 "Seorang abdi Allah datang kepada Eli &
berkata kepadanya: "beginilah Firman Tuhan : ..... I Samuel 2:29 "Mengapa
engkau memandang dengan loba (tamak) kepada korban sembelihan-Ku dan korban
sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati
anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan
bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel??(yang
dilakukan imam Eli) I Samuel 2:15-16 "Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang (pesuruh dari anak-anak imam Eli), lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja." Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dulu, kemudian barulan ambil bagimu sesuka hatimu." Maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan." (Anak-anak imam Eli malah lebih loba/tamak&lebih jahat dari bapaknya). I Samuel 3:1 "Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Bagaimana bisa seorang bapak yang masih terikat oleh rokok menegur anaknya "hai nak jangan merokok, sebab rokok itu membahayakan kesehatan!?". Tentu saja ia mempermalukan dirinya sendiri dengan kata begitu. Ada pepatah berkata: "seperti bapaknya, demikian juga anaknya". 4. "Menghormati" anak-anaknya lebih dari pada menghormati Tuhan. (Lebih takut kepada anaknya daripada Tuhan). I Samuel 2:29b "......dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku......" Buat anak-anaknya imam Eli seorang bapak yang baik, yang yang patut dipuji, sebab imam Eli menjadi bapak yang sangat menyenangkan hati mereka. Tidak pernah memarahi mereka, tapi sesungguhnya, imam Eli mempermulus, memperlancar jalan mereka ke neraka!! Amsal 23:13-14 (terjemahan lama): janganlah tahankan pengajaran daripada anakmu, jikalau engkau memukul akan dia dengan rotan maka tiada ia akan mati. Melainkan apabila engkau memukul akan dia barangkali engkau melepaskan nyawanya dari neraka. 5. Tidak menghiraukan teguran Tuhan = tidak mau bertobat. I Samuel 3:13 "sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya kareng dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!
Blessing Family Centre Ministry
IMANUEL, "DI DALAM KEBENARAN-NYA" (Kita Mempersiapkan Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya) (I)
Imanuel, Matius 1:23b "....dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang berarti: Allah menyertai kita". Imanuel yang diam diantara bani Israel (suatu hamba yang "mengembara" di padang gurun). Melatih bani Israel ini berperang & memimpin mereka menjadi pemenang. Dan sekarang, Imanuel diam diantara kita (sekelompok umat Tuhan yang sehati, sejiwa memikul beban untuk pekerjaan Tuhan yang suci. & dalam sementara waktu ini juga tengah "mengembara". Imanuel, hendak menyusun suatu laskar yang kuat, suatu umat yang khusus, yang layak ambil bahagian dalam rencana kerja-Nya yang ajaib diakhir zaman ini. Imanuel adalah cara hidup kerjasama antara kita dengan Tuhan, bahagian kita semua, kali ini adalah: Menyiapkan Bagi-Nya Suatu Umat Yang Layak Bagi-Nya. Dan bagi-Nya adalah: melatih umat yang sudah disiapkan ini untuk bisa memenangkan peperangan demi peperangan. Ingat! Allah & orang-orang yang disertai Allah tidak mungkin kalah! Lukas 1:17 "dan Ia akan berjalan..... Tuhan memberikan suatu contoh yang membuat hati bapa-bapa (&ibu-ibu, kakek, nenek, paman, bibi, semua orang tua & para pelayan Tuhan) harus segera berbalik pada anak-anaknya (orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya baik secara jasmani maupun rohani). Ada satu cerita hidup yang tragis dari seorang bernama Imam Eli. Imam Eli, "diluar" sukses besar, "di dalam" gagal total. Sebab "hatinya tidak ada pada anak-anaknya". Imam Eli, adalah seorang imam yang melayani Tuhan di Bait Suci = seorang pelayan / hamba Tuhan. Imam Eli, sesungguhnya seorang imam yang berhasil. 1. Perkataannya menghiburkan, menguatkan, membangkitkan semangat orang lain = menjadi berkat bagi orang lain. I Samuel 1:17 "Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." I Samuel 1:18 "Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi. Padahal sebelumnya, Hana dari tahun ke tahun : setiap kali pergi ke rumah TUHAN, ia menangis & tidak mau makan. I Samuel 1:7 "Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. 2. Perkataannya ada kuasa & urapan Tuhan sehingga yang diucapkan terjadi! Perkataan yang diucapkan imam Eli terjadi, bukan suatu kebetulan sebab ini peristiwa besar & terjadi lebih dari satu kali. I Samuel 1:17 "Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." I Samuel 1:18 "Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." I Samuel 1:20 "Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya daripada TUHAN." Yang kedua; I Samuel 2:20-21 "Lalu Eli memberkati Elkana dan istrinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ketempat kediamannya. Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi....." 3. Berhasil menelurkan seorang nabi besar yang diurapi Tuhan, Samuel di bawah pengawasannya. I Samuel 2:11-12 "Lalu pulanglah Elkana ke Rama tetapi anak itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli. I Samuel 2:18 "Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. I Samuel 2:26 "Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia. Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia. Adalah Samuel yang ada dibawa pengawasan imam Eli, hasil didikan imam Eli. Tetapi ..... Imam Eli seorang bapak yang gagal! 1. Anak-anaknya tidak hormat & tidak takut akan Tuhan. I Samuel 2:12 "Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN. I Samuel 2:17 "Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN. 2. Anak-anaknya menjadi batu sandungan bagi orang lain. I Samuel 2:22 "Eli
telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan
anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan
perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, 3.
Anak-anaknya tidak hormat & tidak taat akan orang tua. I Samuel 2:25
:.....tetapi tidaklah di dengarkan mereka perkataan ayahnya itu...." Lalu
...... mengapa hal tersebut bisa terjadi?? "Di luar" sukses besar, "di dalam"
gagal total?? Hal ini disebabkan hati imam Eli tidak ada pada anak-anaknya.
Blessing Family Centre Ministry
telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan
anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan
perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, 3.
Anak-anaknya tidak hormat & tidak taat akan orang tua. I Samuel 2:25
:.....tetapi tidaklah di dengarkan mereka perkataan ayahnya itu...." Lalu
...... mengapa hal tersebut bisa terjadi?? "Di luar" sukses besar, "di dalam"
gagal total?? Hal ini disebabkan hati imam Eli tidak ada pada anak-anaknya.
Blessing Family Centre Ministry
Rabu, 05 Mei 2010
IMANUEL, "ANAK DOMBA ALLAH, DOMBA PASKAH" (Edisi Khusus ~ " Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus") (II)
Ya... Hanya YESUS yang telah turun dari sorga yang dapat menunjukkan JALAN kepada kita & Dialah JALAN itu sendiri. Kalau kita turut "JALAN" itu maka kita akan sampai di ujung JALAN itu yang berakhir di rumah Bapa kita, yaitu Sorga yang mulia. Kalau kita keluar / tidak berada pada "JALAN" itu, kita tidak akan pernah datang kepada Bapa = tidak akan pernah sampai ke sorga (Rumah Bapa). Lukas 6:39 "Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Dia adalah satu-satu-Nya "JALAN" yang "BENAR" untuk kita bisa sampai ke Sorga & tidak tersesat, kita tahu bukan sedang di tuntun oleh orang buta ("Yang tidak tahu jalan!") Kita dituntun oleh pemilik rumah, dan Dia adalah satu-satu-Nya "JALAN" yang "BENAR" menuju rumah-Nya itu. Berarti Yesus datang mati & bangkit untuk mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal yang "BENAR" dan berada di dalam "YANG BENAR". I Yohanes 5:20 "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. Sedangkan jika kita ada di dalam kebenaran = di dalam Allah, selalu berpengharapan. Yohanes 15:7 "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya". 3. Pengharapan Untuk Mendapat Hidup Yang Kekal. II Timotius 1:10 "dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan memdatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Yohanes 5:24 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. I Yohanes 5:12 "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Yohanes 3:15 "supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Roma 6:23b ".... tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Oleh Kematian & Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus membawa hidup yang kekal bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
IMANUEL, "ANAK DOMBA ALLAH, DOMBA PASKAH" (Edisi Khusus ~ " Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus") (I)
Matius 1:23b "....dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang berarti: Allah menyertai kita". Yohanes 1:19 "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia". 2. Domba Paskah Itu Tidak Mati Selamanya! Dia Bangkit Pada Hari Yang Ketiga. Kematian & Kebangkitan Tuhan Yesus adalah satu mata rantai yang tidak terpisahkan. Kematian & Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan pernyataan Diri Allah secara nyata pada kita. Peristiwa Kematian & Kebangkitan Tuhan Yesus ini merupakan pembuktian yang tidak dapat disangkali/dibantah kebenarannya, bahwa: ~ KEMATIAN TUHAN YESUS merupakan peristiwa & membuktikan bahwa: Allah adalah kasih, sungguh-sungguh mengasihi kita. Roma 5:8 "Akan tetapi Allah menunjukan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Wahyu 1:5b ".... Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya". Allah menyatakan Diri-Nya kepada kita menyatakan kasih-Nya pada kita, melalui kematian Putra Tunggal-Nya, Yesus. Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA mendapat tugas untuk mewujudkan kasih Allah pada manusia dengan menjadi Domba Paskah yang disembelih (mati dengan mencurahkan darah-Nya) guna menebus dosa manusia. Jadi saat Allah menyatakan kasih-Nya, sesungguhnya saat itulah Allah sedang menyatakan diri-Nya kepada kita. KEBANGKITAN TUHAN YESUS MERUPAKAN PERISTIWA YANG MENYATAKAN & MEMBUKTIKAN BAHWA : DIA ADALAH ALLAH. YESUS memiliki KUASA KEBANGKITAN. ----> Tak ada satupun kuasa yang sanggup menahan & membelenggu Dia, termasuk kuasa dosa & kuasa maut, tak kuasa menerima tubuh yang Mahamulia. Roma 6:9 "Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Roma 8:34 "Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? ----> Dia memiliki Kuasa di Sorga & di bumi, termasuk kuasa untuk membangkitkan kita pada akhir zaman. Matius 28:18 "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Yohanes 10:17-18 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku." I Korintus 15:54-55 "Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" ----> Memiliki Kuasa Untuk Membangkitkan. Yohanes 6:40 "Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." Kematian Tuhan Yesus merupakan dasar dari iman kita, bahwa Yesus adalah Tuhan & Juruselamat kita. Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan dari pengharapan kita. KEBANGKITAN YESUS MEMBUAT PENGHARAPAN KITA JADI HIDUP. 1. Pengharapan sebagai orang merdeka & bebas & tidak lagi dibawah kuk perhambaan si Iblis. Berarti kita tidak lagi hidup di dalam ketakutan, kekuatiran, kegelisahan. Kita bebas dari jajahan Iblis. Kuasa Kasih inilah yang memerdekakan kita dari kuasa dosa & kuasa maut itu, sehingga tidak lagi berada dibawah hukuman dosa & hukuman maut, tapi kita berada dibawah Kasih Karunia Allah. Galatia 5:1 "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Yohanes 8:36 "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." Roma 8:2 "Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Kisah Para Rasul 13:39 "Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa. 2. Pengharapan untuk bisa pulang balik ke Rumah Bapa, sebab Yesus sudah membuka jalan baru untuk datang kepada Bapa. Yohanes 14:6 "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Lihat TL= kerumah Bapa). Ibrani 10:19-20 "Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri". Yohanes 3:13 "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari Sorga, yaitu Anak Manusia.
Sabtu, 01 Mei 2010
IMANUEL, "ANAK DOMBA ALLAH, DOMBA PASKAH" (Edisi Khusus ~ " Jum'at Agung ") (II)
Di dalam tugas-Nya untuk menebus Tuhan Yesus menjadi Manusia sesaat, Dia diberikan tubuh manusia supaya bisa mati sebagai korban penebusan. Yesus harus menjadi Domba Paskah yang disembelih, dikorbankan sampai mati untuk menebus dosa kita. Mengapa Yesus harus mencurahkan darah-Nya menjadi Domba Paskah yang disembelih?? Mengapa penebusan itu harus mati dengan menumpahkan darah?? Memang ini hukum / peraturan dari Allah. Imamat 6:25 "Katakanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban penghapus dosa. Di tempat korban bakaran disembelih, disitulah harus disembelih korban penghapus dosa di hadapan TUHAN. Itulah persembahan maha kudus". Dengan disembelih maka darah korban tertumpah keluar, dicurahkan sampai mati. Ibrani 9:22 "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan". Jadi, harus ada penumpahan darah, Penumpahan darah bukan diminta oleh manusia, tapi ini memang cara & peraturan Allah. Darah Yesuslah satu-satu-Nya yang bisa menebus manusia dari dosa & kebinasaan. Matius 26:28 "Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Ibrani 10:4 "Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Darah binatang hanya "uang muka" / tanda iman dari orang-orang zaman Perjanjian Lama, yang percaya bahwa Allah mengirimkan Anak Domba Allah, yaitu Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Darah binatang tidak mengampuni dosa, bukan pembayaran lunas atas dosa. Tuhan Yesus dikorbankan sampai mati, Darah-Nya harus ditumpahkan. Ini adalah kehendak Allah, rencana & peraturan dari Allah, supaya manusia mendapat pengampunan dosa. Dosanya dihapuskan, dibayar lunas!! Pihak lain tidak bisa menuntut lagi atas kita telah ditebus = dibeli dengan harga yang lunas dibayar!! Jadi, Darah Yesus: Membayar lunas semua (hutang) dosa kita & kita beroleh pengampunan dosa. I Petrus 1:18-19 "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." I Korintus 6:20 "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" I Yohanes 1:7b "...dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita daripada segala dosa. Yesaya 1:18 "Marilah, baiklah kita beperkara! ---- firmau TUHAN ---- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Darah Anak Allah menghapus dosa semua orang yang percaya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)