BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA

Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya. Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ; Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ; Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya. Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus. JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya. Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab. Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya). Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam. Jum'at Pk. 18.00 WIB Youth Community. Pk. 22.00-04.00 WIB Doa Semalam Suntuk. Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi . "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN

RAHASIA HIDUP DALAM BERKAT TUHAN : 1. Berilah Hati untuk Tuhan 2. Berilah Pikiran untuk Tuhan 3. Berilah Waktu untuk Tuhan Maka akan terjadi Percaya DAPAT Pasti DAPAT (Markus 11:24) BANYAK BERDOA banyak BERKAT, SEDIKIT BERDOA berarti sedikit BERKAT, TIDAK BERDOA dipastikan tidak ada BERKAT

Rabu, 28 April 2010

IMANUEL, "ANAK DOMBA ALLAH, DOMBA PASKAH" (Edisi Khusus ~ " Jum'at Agung ") (I)

Matius 1:23b “ ….dan mereka akan menamakan Dia “Imanuel” ---- yang
berarti Allah menyertai kita”. Yohanes 1:29 "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia". Mengapa Tuhan Yesus, Anak Allah harus menjadi Domba Paskah?? Mengapa Allah tidak mengampuni dosa manusia begitu saja?? Mengapa Yesus yang adalah Allah harus datang ke dunia dengan menjadi Manusia?? Mengapa Yesus harus mencurahkan darah-Nya, mati sebagai korban tebusan, menjadi Domba Paskah yang disembelih?? Sejak manusia jatuh dalam dosa, maka: 1. Manusia Hidup di bawah Kuasa Dosa & Kuasa Maut. Roma 3:9 "Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa. Roma 5:15 "..... Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus". 2. Menjadi Hamba Dosa. Yohanes 8:34 "Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 3. Menghadapi Binasa Kekal Selamanya. Roma 6:23a "Sebab UPAH DOSA ialah maut;" 4. Tidak Ada Jalan Pulang Kerumah Bapa. Sebab jalan pulang ke rumah Bapa sudah tertutup. Kejadian 3:24 "Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Karena itulah Yesus Anak Allah mendapat tugas menjadi Domba Paskah, untuk : I. Mengalahhan kuasa dosa & kuasa maut Mengapa Allah tidak mengampuni dosa manusia begitu saja? Mengapa Yesus harus mati?? Sebab hanya melalui kematian-Nya saja, Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut. Ibrani 2:14 "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis yang berkuasa atas maut;" II Timotius 1:10 "dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa". Kematian Yesus merupakan dasar dari iman & keselamatan kita. Putra Manusia, Yesus mati diatas bukit Kalvari = Bukit Tengkorak. Alkitab bukan cerita fantasi, tapi betul-betul sudah terjadi. Peristiwa kematian Putra Manusia Yesus sudah terjadi. Mengapa Yesus yang adalah Allah harus datang ke dunia dengan menjadi Manusia?? Sebab sebagai Allah Tuhan Yesus tidak mungkin sakit, menderita & mati. Supaya bisa mati Yesus harus menjadi manusia, jadi yang mati bukan Yesus sebagai Tuhan & Allah, tapi Yesus yang sebagai Putra Manusia. (Ingat!!, Roh tidak mengalami kematian. Jadi supaya bisa mati sebagai korban tebusan, Yesus harus menjadi Manusia). Orang yang tidak mengakui hal ini = sesat & penyesat. II Yohanes 1:7 "Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. I Yohanes 4:2,3 "Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu dalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia". Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia sesaat dalam tugas-Nya untuk menebus dosa kita. Manusia biasa lahir dengan bercacat cela, lahir dalam dosa, tetapi Yesus sebagai Manusia, bukanlah hasil dari perkawinan biasa Dia tidak punya Bapa,benihnya adalah dari Roh Kudus, Dia dilahirkan dari perawan Maria dengan tidak bercacat cela. Dia hanya mengambil tubuh-Nya, sebagai Seorang Manusia dari tubuh Maria & Roh-Nya adalah Roh Allah. Jadi Ia adalah Putra Manusia yang tanpa cacat cela. I Timotius 3:16 "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia (Allah), yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa Manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan." (Wahyu 3:21)

Selasa, 30 Maret 2010

IMANUEL, "SANGAT MENGASIHI BAPA, SANGAT DIKASIHI BAPA" (II)

Imanuel, Matius 1:23b " ….dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang
berarti Allah menyertai kita". Dan Dia Imanuel, mengatakan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15). Mari kita pelajari Keluaran 3:5 "Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." Ketika kita datang kepada Tuhan dalam tempat Kudus-Nya (Dalam gereja / tempat-tempat kebaktian / saat perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan dalam doa) "Tuhan menghendaki kita menanggalkan kasut" = "semua hal yang kotor dihadapan Tuhan" / yang tidak layak dibawa ke tempat kudus". Semua hal yang tidak layak, termasuk sikap yang tidak seharusnya dilakukan saat beribadah kepada Tuhan, Contohnya: bisik-bisik, makan camilan, maik HP. Saat beribadah kepada Tuhan, Tuhan menghendaki hati, pikiran & perasaan, kita harus fokus kepada Tuhan & menanggalkan semua urusan pribadi. Ingat! Matius 21:12-13 "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Ya, mereka datang ke gereja bukan untuk beribadah sungguh-sungguh, bukan untuk bertemu Bapa. Itu sebabnya Yesus menjadi sangat marah sebab orang-orang datang kepada Bapa tidak menaruh hormat kepada Bapa.... 2. Selalu Rindu Bertemu Bapa. Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku,......" Untuk kesekian kalinya Alkitab mencatat Yesus datang kepada Bapa-Nya. Berkali-kali Yesus datamg menghampiri Bapa-Nya, baik pagi-pagi, siang hari ataupun malam hari. Ini ciri seorang yang mengasihi, yaitu selalu rindu & ingin bertemu. Yesus berkata: "Ya, Bapa-Ku...." perkataan ini menunjukkan adanya keintiman hubungan antara Sang Anak dengan Bapa-Nya. Seorang yang punya hubungan intim adalah seorang yang selalu merindukan kehadiran orang yang dikasihi-Nya. Inipun cermin bagi kita, mari kita lihat diri kita masing-masing: bagaimana hati, pikiran & perasaan kita saat datang kepada Bapa dalam doa / ibadah. Apakah kita menganggap datang beribadah kepada Bapa hanyalah suatu rutinitas yang memang harus dilakukan?? Sebagai orang Kristen tanpa ada kerinduan sama sekali untuk datang menyembah Bapa. Dalam keharuan karena kasih-Nya, memuji-muji Bapa karena kebaikan & kemurahan, serta menantikan hadirat-Nya turun atas kita?? Jika demikian alangkah sedihnya hati Bapa, merindukan anak yang tidak merindukan diri-Nya. 3. Melakukan Apa Yang Diperintahkan Bapa. Matius 26:39 ".....tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Kau kehendaki". Apakah ketika Bapa meminta kepada kita untuk menyerahkan sesuatu yang berharga, sesuatu yang sangat kita kasihi, kita mau menyangkali diri dengan memberikan apa saja yang Bapa minta tanpa tawar-menawar, tanpa membangkang?? Jika kita menolak permintaan Bapa sebab berat bagi kita untuk melakukannya, lalu apakah kita bisa berkata bahwa kita mengasihi Bapa (Tuhan)?? Tetapi jika kita melakukan kehendak Bapa, maka itulah bukti/wujud nyata dari kasih kita kepada-Nya. Yohanes 14:31 "Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini." Sekali lagi kita harus bercermin adakah diri kita sudah mengikuti teladan Kristus?? 4. Mempertaruhkan Segala-galanya Demi Melakukan Kehendak Bapa. Yohanes 10:17 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali". Karena hati Yesus hanya fokus pada Bapa-Nya, maka apapun Ia mau lakukan bagi Bapa. Segala-galanya Ia pertaruhkan demi terlaksananya kehendak Bapa. I Yohanes 2:15 "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikakau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu". Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh berusaha mewujudkan kasihnya kepada Bapa. Amin.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Senin, 22 Maret 2010

IMANUEL, "SANGAT MENGASIHI BAPA, SANGAT DIKASIHI BAPA"

Imanuel, Matius 1:23b " ….dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang
berarti Allah menyertai kita". Dan Dia Imanuel, mengatakan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15). Matius 28:18 "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi". Apakah rahasia dibalik pemberian segala kuasa dari Bapa kepada Putra Tunggal-Nya itu?? Seperti kita ketahui dari Alkitab perkataan ini diucapkan Tuhan Yesus setelah Ia mengalami: ~ "Jalan Penderitaan & sengsara salib yang mengerikan". ~ "Kesendirian-Nya, ketika Sorga dan bumi meninggalkan-Nya tergantung, terpaku disalib". ~ Kepedihan-Nya yang tak terselami, saat berseru dengan suara nyaring "Eli Eli Lamasabaktani??" ~ Nyawa-Nya terangkat & harus berada dalam perut bumi selama tiga hari. Berbagai hal yang dialami-Nya itulah yang menjadi latar belakang terungkapnya rahasia besar tentang pemberian kuasa di bumi & di sorga ini. Berbagai hal ini pula yang menyebabkan ... BAPA Sangat mengasihi YESUS Putra Tunggal-Nya. Yohanes 3:35 "Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya". Mengapa Bapa bisa sedemikian mengasihi Anak-Nya?? Sebab .... Yesus juga sangat mengasihi Bapa. Yohanes 14:31a Tetapi supaya dunia tahu, bahwa "Aku mengasihi Bapa" Bagaimana cara Yesus mewujudkan kasih-Nya kepada Bapa-Nya ??? 1. Yohanes 14:31 "....dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku" 2. Yohanes 10:17 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku...." Dalam pimpinan Roh Kudus mari kita belajar satu ayat kunci. Yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya sikap kita sebagai anak yang sungguh mengasihi Bapanya, & ayat ini adalah bukti / wujud nyata dari perkataan Yesus, bahwa Ia mengasihi Bapa-Nya dengan melakukan segala sesuatu yang Bapa perintahkan sekalipun itu berarti Ia juga harus menyerahkan nyawa-Nya. Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti Engkau (Bapa) kehendaki." Melalui ayat ini Tuhan Yesus memberi teladan yang sempurna kepada kita bagaimana seharusnya sikap sebagai seorang Anak yang mengasihi Bapa-Nya. Tuhan Yesus menunjukan sikap: 1. Menghormati Bapa Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, Tuhan Yesus sebagai Putra Tunggal Bapa, sekalipun punya kuasa penuh sebagai salah satu Pribadi Trinitas Ilahi, Dia tetap tahu kedudukan-Nya adalah sebagai Seorang Putra (Anak) dari Bapa-Nya. Tuhan Yesus tahu bagaimana cara menghormati Bapa-Nya, jadi, ketika Ia datang menghadap Bapa-Nya, Ia datang dengan penuh hormat dengan sujud kepada Bapa. Dalam Maleakhi 1:6 "Seorang anak menghormati Bapanya ..... Jika Aku ini Bapa dimanakag hormat yang kepada-Ku itu?? Teladan yang Yesus berikan ini menjadi cermin bagi diri kita. Apakah saat datang menghadap Bapa (dalam doa / ibadah kita datang dengan perasaan hormat kepada Bapa??) Ataukah kita datang dengan tata cara, perasaan hati & sikap yang kurang hormat atau bahkan "seenaknya saja","asal datang kegereja"?? Ada suatu cerita nyata dari seorang teman: Suatu ketika ada suatu group band terkenal yang diundang oleh ibu negara untuk datang ke istana negara, ketika saatnya dengan rasa bangga group band ini menyodorkan undangan yang dibawanya..... ternyata mereka ditolak oleh pengawal yang menjaga pintu. Apa sebabnya?? Pengawal berkata:"maaf, memang anda diundang adalah undangan dari ibu negara, tapi anda tidak layak bertemu dengan beliau". Mereka kaget!! Pengawal berkata: "anda memakai jas & dasi & bersepatu tapi anda memakai celana jans. Ini terlalu santai & tidak sopan untuk menghadap kepada seorang ibu negara di istana negara! Apakah Tuhan kita "lebih kecil" dari seorang ibu negara, sehingga kita kurang sopan saat menghadap kepada-Nya?? Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh berusaha mewujudkan kasihnya kepada Bapa. Amin.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Rabu, 17 Maret 2010

“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA” (II)

Ayat 15a : "Padang Gurun" (= dunia = daging) menjadi kebun buah-buahan, berarti hidup kita menghasilkan buah-buah Roh Kudus. Sembilan buah Roh Kudus akan menghiasi hidup kita yang masih di dalam daging ini. Sekalipun kita lembut, manis, sukacita, tetapi penuh kuasa & kemenangan dalam menghadapi problem apapun. Sebab Allah & orang yang disertai Allah, tidak pernah kalah! Selain itu karunia-karunia Roh juga akan limpah atas orang yang cara hidupnya Imanuel. Ayat 17b : "...dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan". Kebun buah-buahan yang tidak dipagari / tidak dijaga & dirawat akhirnya menjadi seperti hutan. Hidup yang diberkati Tuhan, jika tidak dijaga dengan terus membangun hubungan dengan Tuhan & hidup menurut pada pimpinan Roh Kudus, bisa menjadi tempat bercokolnya kuasa gelap. Jadi, jika sudah diberkati Tuhan, baik secara jasmani maupun rohani, jangan memberi kesempatan bagi keinginan daging, keinginan mata & keangkuhan hidup (yaitu segala hal yang melazatkan daging & menguatkan hawa nafsu), jangan diberikan kesempatan di kuasai kita lagi. "HUTAN" = tempat binatang buas & liar, contohnya: Herodes, diumpamakan, seperti serigala, Iblis seperti singa yang mengaum hendak melulur mangsanya, ular, kalajengking, juga simbol Iblis. Jadi, orang yang tidak mau terus menjaga hidupnya suci, baik pikiran, perkatbn & perbuatan harus tetap suci dihadapan Tuhan, kalau tidak akhirnya jadi hutan, yaitu tempat bercokolnya Iblis, kita harus mau hidup suci, taat dalam pimpinan Roh Kudus. Maka..... kita mendapat damai sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering & kebahagiaan yang akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yesaya 48:18). Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang mau hidup suci. Amin.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA” (I)

Imanuel, Matius 1:23b " ….dan mereka akan menamakan Dia "Imanuel" ---- yang
berarti Allah menyertai kita".
YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA" = RAJA DAMAI
Yesaya 9:5-6a "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera
telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal,
Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan
berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya. Sepanjang sejarah dunia hanya Yesus saja satu-satunya yang layak & berhak
disebut: RAJA DAMAI.
Sebab hanya Dia saja satu-satunya yang: 2. Menjami damai sejahtera yang diberikan-Nya, tadi tak berkesudahan diatas takhta-Nya & di dalam Kerajaan-Nya. Dimanakah takhta-Nya, dimanakah Kerajaan-Nya?? Keluaran 25:8 "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam ditengah-tengah mereka = Kerajaan-Nya, Kekuasaan-Nya, kejayaan-Nya, Kemuliaan-Nya, Hadirat-Nya, Damai Sejahtera-Nya juga turun dari atas muka bumi menyertai Sang Raja. Alangkah dahsyatnya keadaan seperti ini! Dan ini sungguh terjadi jika Sang Raja, Imanuel, diam diantara kita. Lalu ........ 1. Bagaimanakah caranya supaya Allah Yang Kudus mau diam?? Allah Yang Mahakudus mau diam diantara kita jika kita membangun Bait Suci bagi-Nya = membangun hidup ini menjadi suci & kudus seperti diri-Nya. 2. Ketika Tuhan sudah diam diantara kita, bukan berarti kerjasama sudah berhenti. Belum!, kerjasama belum berakhir. Yesaya 26:12a "... ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,...." Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Rancangan Damai Sejahtera yang disediakan-Nya bagi kita akan terwujud jika kita mau bekerjasama dengan Tuhan untuk mewujudkannya. Jika kita tidak mau bekerjasama maka rancangan damai sejahtera yang disediakan-Nya bagi kita hanya tinggal rencana saja, seperti barang usang yang tak terpakai & dilupakan pemiliknya & dibiarkan tergeletak begitu saja di gudang. Jadi, Allah yang berdiam diantara kita akan membuat rancangan-rancangan-Nya, kita yang mengerjakannya Dia akan membimbing kita untuk bisa mengerti apa maksud-Nya, apa mau-Nya, apa yang menjadi isi hati-Nya & kita harus menyambut rancangan Tuhan itu, memperhatikan, mempelajari, bagian yang sulit, yang kita tidak mampu kita lakukan, kita laporkan & kembalikan pada-Nya itulah bahagian Sang Raja untuk menyelesaikan bagi kita. Kita adalah rekan kerja yang dirindukan kerjasama oleh-Nya untuk mewujudkan damai sejahtera yang telah disediakan-Nya untuk kita nikmati. Kita harus mau bekerjasama dengan Allah, mau menyerah & taat dipimpin oleh-Nya, baru Allah bisa bekerja di dalam-Nya makin menyerah & makin heran Allah akan bekerja dalam hidup ini. Jika kita mau bekerjasama dengan Tuhan, hasilnya sungguh heran & ajaib! Bersama Yesus lakukan perkara besar (Mazmur 60:14) Bahkan melakukan perkara-perkara lebih besar dari yang Yesus lakukan (Yohanes 14:12). Jadi, jika Tuhan diam diantara kita; Maka, Kerajaan Allah akan nampak dalam : 1. Hidup jasmani. Yesaya 26:12 "Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami". Berarti Allah yang menyertai kita = Imanuel-lah yang melakukan segala sesuatu bagi kita. Jadi, jika Imanuel ada di dalam kita, kita akan jadi berhikmat, sukses & berhasil di semua segi hidup. Kita bukan hanya sanggup melewati masalah, tapi ..... sanggup mengatasi semua masalah! Sebab "segala sesuatu yang kami kerjakan Engkaulah yang melakukannya bagi kami" (Yesaya 26:12b). ~ Jika kita bisa, pandai & berhikmat, itu sebab mulut-Nya yang berkata-kata melalui mulut kita. ~ Jika kita bisa sukses & berhasil, itu sebab tangan-Nya yang bekerja melalui tangan kita. ~ Jika kita bisa kuat menjalani hidup ini, itu sebab kaki-Nya yang berjalan & kita digendong-Nya. Yesaya 46:4 "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu". 2. Hidup Rohani Roma 8:6 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera". Yesaya 32:15-17 "Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Selasa, 09 Maret 2010

“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA”

Imanuel, Matius 1:23b “ ….dan mereka akan menamakan Dia “Imanuel” ---- yang berarti Allah menyertai kita”.

YESUS PUTRA TUNGGAL BAPA” = RAJA DAMAI

Yesaya 9:5-6a “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahandi atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya.
Sepanjang sejarah dunia hanya Yesus saja satu-satunya yang layak & berhak disebut: RAJA DAMAI.
Sebab hanya Dia saja satu-satunya yang:
1.Mempunyai & besar kekuasaan-Nya untuk memberikan apa yang dipunyai-Nya itu, yaitu: Damai sejahtera yang dunia tidak bisa berikan.
Yohanes 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.
Kedamaian & kesejahteraan macam apa yang diberikan Sang Raja Damai sehingga tidak pernah & tidak akan pernah ada raja manapun yang samggup menyamai-Nya?

Imamat 26:6 “Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu”.
  Imamat 26:7 “Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
  Imamat 26:8 “Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang”.

  Imamat 26:6 :

  a). Menikmati damai sejahtera di dalam negeri itu = negeri yang Tuhan janjikan yaitu Kanaan. Jika kita tidak berjalan mengikuti malaikat Tuhan yang berjalan di depan kita, maka kita tidak akan sampai ke Kanaan & tidak akan menikmati damai sejahtera di negeri itu yang berlimpah-limpah susu & madu yang Tuhan janjikan (Keluaran 23:20-23).

  b). Kita akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun = tidak ada kegelisahan /kekuatiran akan ditimpa musibah, sebab Ia Sang Raja Damai sendiri yang berkata: “Janganlah gelisah hatimu (Yohanes 14:1).

c).Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu.
Pekerjaan Iblis & orang-orang jahat yang dipakainya yang ada disekeliling kita. Jadi, tidak ada ketakutan akibat rancangan celaka dari Iblis & orang-orang jahat yang dipakainya.
d).Pedang tidak akan melintas di negeri itu, (Maz. 91:7-8) = tidak ada kengerian terhadap segala macam malapetaka. Mengapa bisa ada kedamaian semacam ini?? Apakah bisa kita mengalahkan “orang-orang kuat” yang mau mencelakakan kita??

Imamat 26:7-8 mengatakan: “Musuh-musuh kita akan tewas oleh pedang.
Pedang siapa yang menewaskan mereka??
“Pedang Tuhan!!!” Sebab Tuhan berkata “TUHAN akan berperang untuk kamu & kamu akan diam saja”. (Keluaran 14:14)

Tuhan Yesus memberkati, Amin.

“IMANUEL, “TAK BERKESUDAHAN KERAJAAN DAMAI-NYA DI BUMI & DI SORGA”